Kamis, 08 November 2012

HEAD LAMPU TOYOTA CORONA AT171 TAHUN '1988







Harap diperhatikan gambar dan nomor Kode Lampu (warna yg beda sendiri) agar tidak terjadi kesalahan pemesanan.
Harga diskon 30% untuk pembelian retail.
Harga adalah per 1 unit

Harga ( Rp :
340.000 rb )



Sumber : Sinar berlian Accesories

Minggu, 04 November 2012

THREPLE [C] SUMBAR Siap Meluncurkan STIKER / LOGO NEW GENERATIONS 2012

Meskipun Dulunya Nama TRIPLE [C] Namun sekarang telah balik/Ganti nama Menjadi ~ Threple [C] ~
Yang berarti CORONA CLASSIC CLUB BUKITTINGGI . .
Karena salah satu dari Club RETRO CLASSIC JAKARTA Juga Menggunakan Nama yang sama.
Agar tidak terjadi kesalah Pahaman kami Dari Ketua Umum 'Threple [C]" Mengganti Nama ini . .
Lebih baik Memutuskan Nama Triple C dari pada memutus Hubungan Silahturrahmi yang Erat (^_^)


Sallam Retro ClassiC (Coroners Indonesia)


• BERIKUT STIKER BARU (THREPLE .C. GENERATIONS 2012)


*Threple [C] SUMBAR NEW_GENERATIONS OF CORONERS INDONESIA PART 1*
*Threple [C] SUMBAR NEW_GENERATIONS OF CORONERS INDONESIA PART 2*

*Threple [C] SUMBAR NEW_GENERATIONS OF CORONERS INDONESIA PART 3*

*Threple [C] SUMBAR NEW_GENERATIONS OF CORONERS INDONESIA PART 4*
*Threple [C] SUMBAR NEW_GENERATIONS OF CORONERS INDONESIA PART 5*

 Sumber :  https://www.facebook.com/groups/103679486462847/?bookmark_t=group

Jumat, 02 November 2012

Kenali Kendaraan Boros Bensin

1. Asap yang dikeluarkan knalpot hitam pekat. (Oleskan jari anda ke knalpot dalam keadaan dingin. Apabila olesannya sangat hitam maka mobil ada boros, dan apabila warna hitamnya tipis maka mobil anda sangat irit) tambahan T-GHe
2. Tenaga mesin ngedrop.
3. Kondisi mesin tak stabil.
4. Warna busi berjelaga hitam. (apabila warna busi berjelaga putih maka mobil anda sangat irit)


Sumber : Corona Classic Club (Bukittinggi)

SEJARAH AWAL TOYOTA CORONA


Toyota Corona diproduksi oleh automobile Jepang yaitu Toyota antara 1957 sampai 2002, sedangkan di Amerika Serikat hanya sampai tahun 1983 sebagai compact car dan kemudian dikenal sebagai mid-size car, di Eropa selalu di hormati sebagai large family car.
Corona sukses di pasar ekspor, tetapi terjadi kebingungan yang disebabkan dimana Toyota mengeluarkan model dengan penyebutan yang tidak konsisten di tempat berbeda. Seperti pada tahun1969 pengenalan dari Corona Mark II yang di dalam pasar tertentu dimutasi ke dalam Cressida di tahun 1973. Juga beberapa waktu kemudian di Asia sebagai Corona, sedangkan di pasar Eropa sebagai Carinas, dan sepuluh tahun kemudian di Amerika Utara, Corona dengan sukses digantikan oleh Camry yang lebih besar. Sebagai tambahan : oleh karena persamaan di dalam nama, ini merupakan suatu kesalahan umum yang dapat mengacaukan Toyota Corona dengan Toyota Corolla.


Masa Awal ( 1957-1969)
Dalam masa kemegahannya, Corona ( Latin-Crown ) adalah mobil ekspor utama Toyota, sehingga diekspor dalam bentuk berbagai model, di tahun 1964, diluncurkan Corona yang mewakili sesuatu karakter yang ditandai dengan suatu yang awal dan akhir, yaitu merupakan penjelmaan Corona dan Corona Mark II. Tahun 1964 Toyota merelease generasi ketiga dengan varian mencakup 3-door Wagon, two Pick up dan 5-door Hatchback, yang mengingatkan kepada Renault 16.


T80 Sedan & Wagon, T90 Hardtop Coupe (1970-1974)
Mesin yang ditawarkan yaitu 1.5, 1.6, 1.7, 1.9, dan 2.0 bensin liter. Di Amerika Serikat, 1970an masa ini mungkin merupakan titik tertinggi Corona.


T100 - T120 Series (1974-1978)
Corona T100-Series dibangun dalam model 4-door Sedan, 2-door Hardtop Coupe dan 4-door Wagon. Mesin yang digunakan adalah 1.6 dan 2.0 liter, kecuali di Amerika Utara, yang digunakan adalah 20-R 2.2 liter . dengan pencapaian tertinggai adalah 2000 GT Sedan dan Hardtop Coupe dengan 18R-G Twincam yang hanya dipasarkan di Jepang.



T130 (1978-1982)Di Jepang pada tahun 1978 diperkenalkan T130-Series Corona yang menonjolkan suatu desain dengan bentuk yang lebih rapi yaitu 4-door Sedan, 4-door Wagon, 2-door Hardtop Coupe dan new 5-Door Liftback dengan mesin 1.6 atau 2.0 liter, kemudian pada tahun 1981 mesin 1.8 liter 3T juga digunakan. Di Amerika Utara Corona berbagi bersama mesin 2.2 liter 20R dengan Celica.
T130 Corona yang terakhir keluar di AS dimana Sedan, Wagon dan Liftback ditawarkan di dalam model Base dan LE . Corona untuk tahun 1983 tidak diperbaharui lagi, tetapi digantikan oleh Camry. Di Australia mengeluarkan Wagon dan Sedan yang menggunakan mesin 1.9L Holden Starfire. Di Toyota, mesin ini di kenal dengan istilah 1X. Mesin ini didasarkan pada Holden enam silinder lebih sedikit dua silinder. Poros mesin menggunakan sudut yang sama seperti mesin Holden enam silinder dan tetapi cenderung akan ada getaran dan kebocoran olie. Ada laporan tetapi belum diteliti kebenarannya bahwa mesin 1X posisinya tidak sesuai dengan tes yang dilakukan oleh mekanik Toyota sehingga mesin 1X akhirnya dikenal gagal dibanding mesin Starfire. Manual Transmisi dari model ini diproduksi di negara Pilipina. Corona Model ini kemudian di Australia dillanjutkan dengan 22R.


T140 (1981-1989) & T150 (1983-1987)
Setelah sekian lama, model rear-wheel drive generasi ke tujuh model ( T142), mulai diproduksi di tahun 1981 dan masih dihasilkan oleh Toyota Australia di tahun 1987, sungguhpun waktu itu front-wheel drive adalah suatu versi awal dari Toyota Corona FF dan dijual dalam beberapa negara-negara sebagai Toyota Carina dan telah dilepaskan suatu versi diesel, CT141, yang biasanya digunakan untuk taksi di Singapura.
Toyota Corona di Australia berubah ke Camry, tetapi di Selandia Baru, Toyota tetap menawarkan versi Corona, bahkan merakit di pabrik Toyota yaitu di Thames, Selandia Baru. Kemudian, Toyota Selandia Baru mengikuti Australia yaitu mengganti Corona, dan memasarkan Camry Built-Up dari Australia, yang kemudian sukses digantikan oleh suatu four-door hardtop dengan sebutan Corona EXIV.
Line up keluarga besar Toyota di Eropa kira-kira 25 tahun yang lalu sungguh kacau, yaitu pada tahun 1970 dan 1981 Carina dijual di negara-negara Eropa, tetapi di tahun 1984 mereka menggantinya dengan " Carina II", yang mana tahun 1983 model Corona ini dijual di Jepang dengan ada perubahan yaitu pada lampu, gril dan trim, khususnya punya lebih sedikit krom dibanding Corona.


T160 Coupe (1986-1989) & T170 (1987-1992)
Dalam menghadapi kompetisi dari Toyota Carina yang lebih kecil yaitu ketika model itu berkembang dalam ukuran kecil, karena hukum perpajakan Jepang, yan menyebutkan bahwa model-model maksimum 1700 mm akan mendapatkan pajak yang yang lebih rendah dan di tahun 1980an dan awal 1990an, ukuran akhirnya menjadi sama. Corona Coupe bersaing mulai pada pertengahan tahun 1980an. Itu berdasar pada 4th Generasi Celica notchback Coupe, tetapi dengan headlights diperbaharui sehingga dapat ditarik masuk. Corona seri T170 diluncurkan di Jepang pada bulan Desember 1987 dan pada tahun 1988 menjadi CARINA II di Eropa.

T190 (1992-1998)Pada Maret tahun1992 diperkenalkan Corona yang benar-benar baru melakukan debutnya di Eropa yaitu pada Geneva Auto Show yaitu Carina E, yang menggantikan Carina II. Carina E dibangun oleh pabrik Toyota di Burnaston, UK. Tetapi, UK memproduksi Carina E terkenal dengan nama buruk karena mempunyai beberapa bagian yang menurun mutunya dibanding yang diproduksi di Jepang.
Generasi Corona terakhir disebut Corona Absolute di Indonesia, atau Corona Exsior di Pilipina, Thailand dan Taiwan. sedangkan Carina E ditawarkan dalam varian XL dan GL Trim, tetapi di UK mengeluarkan dengan varian G, CD, dan CDX. Dan spesifikasi yang tinggi GT-I dengan mesin 3S-GE ditawarkan dalam angka-angka kecil di Negara-Negara Eropa tertentu.
T190 Corona yang terakhir untuk ekspor dijual, dengan tingkatan adalah XL, GX, dan GLI dengan mesin 1.6, 1.8, atau 2.0. Model Five-Door Corona SF di Jepang, sedang station wagon telah menjadi suatu garis terpisah dari tahun 1993 dengan Toyota Caldina. Produksi di Jepang berakhir pada tahun 1995, tetapi di Eropa dan Asia Tenggara bertahan sampai 1997.

T210 Premio (1996-2001)
Generasi yang merupakan ke sebelas dibuat antara tahun 1996 dan 2001 untuk pasar Jepang, dengan model tertentu dan disebut Toyota Corona Premio yang dimulai dalam model mandiri yaitu Premio ( kode: ST210 ), dan suatu model terkait yang disebut Allion setelah 2001. Corona Premio ditawarkan dengan mendasarkan Premio, Premio E, dan Premio G. dengan pilihan mesin adalah 1.6 liter 4A-FE, 1.8 liter 7A-FE, dan 2.0 liter 3S-FE. Dan Ini model terakhir yang menggunakan nama Corona di Jepang.


T220 Avensis (1998-2002)
T220 dibuat seperti Sedan, Liftback, dan Wagon. Wagon hanya dijual di Jepang sebagai Caldina. Sedan dan Liftback sebagian besar dijual di Eropa sebagaiAvensis, dan model untuk taksi disebut Corona. Mesin untuk Avensis adalah 1.6, 1.8, 2.0 bensin, dan diesel. Corona Taksi mempunyai diesel turbo. Di Amerika Selatan, Avensis dinamai kembali Corona dan bertenaga mesin 2.0 liter 3S-FE.

Sumber : Corona Cla
ssic Club (Bukittinggi)

TENTANG TOYOTA CORONA INDONESIA

Toyota Corona adalah salah satu jenis sedan keluaran Toyota dengan rentang produksi tahun 1957 s.d 2002. Jenis pertama dan terakhir hanya dipasarkan di Jepang. Sampai dengan tahun 1983, Corona di USA dikenal sebagai sendan compact yang kemudian berkembang menjadi mid-size car, sementara di Eropa lebih dikenal sebagai sedan keluarga berukuran besar. Corona sangat sukses di luar Jepang dengan beragam nama disetiap negara berbeda, sebagai contoh di Eropa Corona dikenal dengan Toyota Carina. Generasi Corona digantikan oleh Toyota Premio (Jepang), Toyota Avensi (Eropa) dan Toyota Camry (Amerika Utara, Australia, New Zealand, Asia Tenggara).

Secara umum corona memiliki 10 generasi yang mencerminkan 10 model yang pernah dibuat pada kurun waktu 1957 – 2002. Model-model Corona yang pernah diproduksi sejak tahun 1957 adalah sebagai berikut:

Generasi Pertama, Diproduksi tahun 1957 – 1959 di Motomatchi, Jepang dengan 4 pintu untuk jenis sedan dan 3 pintu untuk jenis station wagon.


Generasi kedua mulai diproduksi pada tahun 1960 – 1964 dengan model yang sama dengan generasi pertama.

Generasi ketiga diproduksi pada tahun 1964 – 1969 dengan variasi lebih banyak yaitu 4 pintu (sedan), 3 pintu (station wagon), 2 pintu (pick up), dan 5 pintu (hatcback). Generasi ketiga ini merupakan dimulainya masa kegemilangan Corona yang diekspor secara masif ke luar Jepang. Ciri khusus juga mulai dimulai pada generasi ini berupa bagian depan yang mengingatkan pada pisau cukur.

Generasi keempat (T80 Sedan and Wagon – T90 Hardtop Coupe), diproduksi pada tahun 1970 – 1974 dengan mesin 4 silinder yang terdiri atas 1.5, 1.6, 1.8, dan 2.0 liter bensin. Pada tahun 1970-an, Corona menjadi sedemikian populer sebagai jawaban atas kebutuhan kendaraan yang hemat BBM saat krisis melanda USA pada tahun 1973 – 1979.

Generasi kelima (Seri T100 – T120), diproduksi pada tahun 1974 – 1978. Corona seri T100 diproduksi dalam bentuk 4 pintu sedan, 2 pintu hardtop coupe, dan 4 pintu station wagon dengan mesin 1.6 dan 2.0 liter, kecuali di Amerika Utara s.d 2.2 liter. Performa tinggi 2000 GT sedan dan Hardtop Coupe dengan mesin 18R-G twincam hanya dilansir di Jepang. Tampilan muka merevisi kap dan kisi-kisi serta pemberian lampu besar di bagian belakang. Tipe wagon menggunakan panel body kayu.
Generasi keenam (T130 / 1978 – 1982). Pertamakali diperkenalkan di Jepang pada tahun 1978 dengan desain body kotak yang elegan. Sedan 4 pintu, Wagon 4 pintu, Hatchback 5 pintu dengan mesin 1.6 dan 2.0 liter. Sedikit perubahan dan tambahan mesin 1.8 liter 3T dilakukan pada tahun 1981. Seri T130 merupakan edisi terakhir di USA dimana jenis sedan, wagon dan liftback dengan model LE dibuat.

Generasi ketujuh (T140 / 1981-1989; T150 / 1983 – 1987). Merupakan model terlama dengan sistem penggerak roda belakang (T142) yang mulai diproduksi pada tahun 1981 dan tetap diproduksi secara lokal di Australia hingga tahun 1987 meskipun pada waktu saya sama telah dikeluarkan versi penggerak roda depan (Toyota Carina II). Versi dieselnya (CT141) digunakan sebagai taxi di Singapura. Di Australia Corona berganti menjadi sedan berukuran besar Camry dan produksi corona tetap dilanjutkan oleh Toyota secara lokal di New Zealand. Yang terkenal adalah sedan mid-size dengan logam unik yang dikenal dengan nama CORONA EXIV. Pada tahun 1970 – 1981 model Carina terjual sukses di Eropa, tetapi pada tahun 1984 Model berubah menjadi Carina II yang merupakan model yang mirip dengan Corona 1983 di Jepang hanya sedikir perubahan di lampu depan, grill dan garis hiasan – yang sedikit ditambahkan krom.
Generasi ke delapan (T160 Coupe / 1986-1989; T170 / 1987 – 1992). Kompetisi semakin berkembang dari toyota berukuran kecil seperti Carina kemudian menjadi berukuran besar. Corona Coupe berkembang pada tahun 1980-an yang mengacu dari model Generasi ke-4 Celica notchback coupe dengan lampu besar yang tetap sebagai pengganti lampu besar yang dapat keluar-masuk kap mobil. Seri T170 di lansir pada Desember 1987 dan pada tahun 1988 menjadi the New Carina II di eropa. 
Corona AbsolutGenerasi ke sembilan (T190 / 1992 – 1998). Diperkenalkan di bulan Maret 1992 dalam acara Geneva Auto Show sebagai model baru Corona yang dikenal dengan nama Carina E dan menggantikan model Carina II. Carina E dibuat oleh Manufaktur Toyota yang berlokasi di Burnaston, Derbyshire, Ingris. Corona generasi ini juga dikenal sebagai Corona Absolute di negara Indonesia, atau Corona Exsior di Filipina, Thiland dan Taiwan. Secara umum Carina E menggunakan garis desain Xl dan GL, tetapi di Ingris dipasarkan dengan seri S, GS, CD dan CDX. Performa tinggi GT-i dengan mesin 3S-GE dipasarkan dalam jumlah kecil di sebagian negara Eropa. Seri T190 adalah jenis terakhir corona yang dipasarkan di pasar eksport dengan level XL, GL dan GLi dan mesin 4 silinder 1.6, 1.8 serta 2.0. Di Filipina Corona hanya ada yang jenis 2.0 I4 3S-FE selama tahun 1993-1998. Model awal Corona T190 (T191) terlihat mirip dengan model Jepang tahun 1992. Model tersebut hanya ada jenis 2.0 Ex Saloon dengan pilihan 5-Speed manual dan 4-speed automatic. Tahun 1995 merubah bemper depan dan belakang dengan garis desain hitam. Model Carina E segera tergantikan dengan Camry 2.2 pada tahun 1998. Model 5 pintu dikenal dengan C0rona SF ketika model wagon menjadi produk terpisah yang dikenal dengan nama Toyota Caldina. Produksi di Jepang berakhir pada tahun 1995, tetapi di Eropa dan Asia timur berlangsung hingga tahun 1997.
Corona PremioGenerasi ke sepuluh (T210 Corona Premio / 1996 – 2001) . Genereasi terakhir Corona adalah Corona Premio yang hanya dipasarkan di Jepang. Corona Premio berkembang dengan menggunakan nama sendiri menjadi Premio saja (ST 210) dan lebih mengarah ke model Allion setelah tahun 2001. Corona premio memasarkan Premio Basic, Premio E dan Premio G. Mesin 4 Silinder 1.6 4A-FE, 1.8 7A-FE,  dan 2.0 3S-FE. Jenis Mesin Diesel yang ditawarkan 2.0 L 2C-T dan kemudian digantikan dengan mesin yang lebih ekonomis 2.2 L 3C-T. Model ini adalah model terakhir Corona.ab.

Sumber : Corona Classic Club (Bukittinggi)


Toyota Corona Semua Jenis Dan Semua Tahun (Corona Indonesia Club)


 
 
Untuk para pengguna Corona bisa kumpul disini Thread Corona Indonesia Club sebagai wadah untuk saling bertanya, berbagi pengalaman ataupun saling bercerita tentang Corona kesayangannya.




Julukan corona:


- Corona 73 s/d 78 (1600cc & 1800 cc), biasa disebut corona deluxe (Cordel)


- Corona 79 s/d 81 (2000 cc), biasa disebut Corona "2000"


- Corona 82 s/d 83 (1800 cc), biasa disebut Corona "TT"


- Corona 83 s/d 84 (1600 cc), biasa disebut Corona "GL"


- Corona 85 s/d 87 (1600 cc), biasa disebut Corona Ex-Salon (CorExs)


- Corona 88 s/d 92 (2000 cc), biasa disebut Corona Twincam (Twinnie)


- Corona 88 s/d 92 (1600 cc), biasa disebut Twinnie Konde


- Corona 93 s/d 98 (2000 cc), biasa disebut Corona Absolute (Corabs)


- Corona 93 s/d 98 (1600 cc), biasa disebut Corabs Konde




Untuk kedepannya thread ini juga akan dilengkapi dengan berbagai hal yang berhubungan dengan Corona




Tambahan


Berhubung banyak yang nanyain bengkel yang direkomen buat corona-nya ini aku kasih rekomendasi aja ke Wisi Engineering, pemiliknya adalah technical advisor di CIC. Bisa telp ke Wiwi di telp 0818910653. alamatnya ini yang aku agak bingung jelasinnya. Ini daerahnya di Cinere Gandul jalan pangkalan jati pokoknya di itu jalan cuman ada 1 pom bensin nah sebelah nih pom ada gang, masuk aja kesana sekitar 100meter sebelah kiri jalan itu ada bengkel Wisi Engineering. meskipun tempatnya tidak meyakinkan dan pemiliknya juga lebih tidak meyakinkan lg tampilannya tapi sejauh ini sih hasil kerjanya OK




atau minta panduan lokasi sambil telepon2an sama om Wiwi nanti dipandu sambil jalan.




Sumber  :  Kaskus

Kamis, 01 November 2012

LAMPU ACCESORIES TERBARU UNTUK MOBIL (UNNIVERSAL).

LAMPU F1

Promo November, Normal Price 75.000


Lampu Rem / Brake Lamp Formula 1 adalah lampu rem tambahan yang kadang di pasang di bumper belakang tengah bagian bawah dengan modus nyala kedap kedip pada saat melakukan pengereman


Ada 2 pilihan warna mica : 1. Mica Merah , 2. Mica Putih, namun cahaya lampu tetap merah


Cara Pasang

1. Jepitkan engsel lampu ke bagian dalam bumper belakang

2. Kencangkan baut pada engsel lampu

3. Kencangkan baut pada putaran engsel lampu

4. dapat dipasang di tempat lain dengan melakukan sedikit modifikasi engsel


Lampu F1 Brakelamp memiliki dua modus menyala, yang pertama led akan menyala terus (seperti lampu biasa) dan yang kedua akan menyala berkedip.

Tanda perbedaan modus nyala itu dapat dilihat pada kode kabel di lampu f1 itu.

Ada tiga kabel yang menjulur keluar dari lampu f1, dengan kode sebagai berikut:

kode = . . . . . . = artinya adalah kabel (+) dengan modus nyala kedip2

kode = – - – - – - = artinya adalah kabel (+) dengan modus nyala biasa

kode = __ __ __ __ = artinya adalah kabel (-) atau ground


1. kalau mau pilih lampu f1 berkedip-kedip aja sewaktu direm, kabel positif nomor 1, agan sambung ke kabel lampu rem (kabel hijau dengan garis kuning) dan lampu negatif ke ground (kabel item)


2. kalau mau pilih lampu f1 jadi lampu malam dan berkedip-kedip sewaktu direm, kabel positif nomor 1, sambung ke kabel lampu rem (kabel hijau dengan garis kuning) dan positif nomor 2, sambung ke kabel lampu malam (kabel hijau dengan garis putih) dan lampu negatif ke ground (kabel item)


3.kalau mau pilih lampu f1 nyala biasa sewaktu direm, kabel positif nomor 2 agan sambung ke kabel lampu malam (kabel hijau dengan garis putih, dan lampu negatif ke ground (kabel item)

 

 

UNTUK PEME SANAN ANDA BISA DATANG KE TOKOS / TEMPAT PENJUALAN ACCESORIES TERDEKAT DI KOTA ANDA ATAU SILAHKAN HUBUNGI LANGSUNG  : ( 087788773434 ) TOKO ACC JZKT


Sumbar : Toko Accesories Jakarta